Video Suap Timsel Dilaporkan ke Bawaslu RI

Video Suap Timsel Dilaporkan ke Bawaslu RI

TOBELO – Tiga organisasi masyarakat (ormas) di Halmahera Utara bakal melaporkan kasus beredarnya video kasus dugaan suap yang diterima salah satu anggota timsel Zona II ke Bawaslu RI. Mereka mengklaim telah memiliki bukti-bukti yang cukup.

Menurut mereka, video yang kini viral melalui adegan salah satu anggota timsel Bawaslu mengambil uang dari calon peserta mengindikasikan tidak profesionalnya timsel bekerja. Kepentingan uang dan kepentingan lain-lain.

“Kami tidak main-main, kami punya data dan semua telah didokumentasikan. Kita akan segera ke Jakarta melaporkan ke Bawaslu RI,” tegas  Kristian Moloku, Ketua KNPI Halmahera Utara, Rabu (8/8).

Menurut Ketua GAMKI Halmahera Utara Adrianto Koli selain melaporkan kasus suap, pihaknya akan memboikot aktivitas timsel. Langkah ini dilakukan agar proses seleksi berjalan selaras dengan tegulasi.

Ia menyangsikan pesta demokrasi 2019 akan berjalan baik, apabila anggota Bawaslu yang dilahirkan timsel melalui cara-cara tidak terpuji. “Kita tunggu tanggal mainnya, semua akan indah pada waktunya,” ujarnya.

Disamping kasus suap,  timsel Bawaslu zona II  Kabupaten Halmahera Utara dinilai diskriminasi menyusul dikeluarkan surat keputusan panitia seleksi Bawaslu menuai protes sejumlah ormas yakni  KNPI, GMKI dan GAMKI Kabupaten Halmahera Utara.  Menurut mereka isi surat  nomor 21/Timsel-Zona.2/Malut/VII/2018 terkesan diskriminatif.

Timsel Bawaslu dianggap tidak transparan karena tidak mengumumkan nilai hasil wawancara. “Ini tidak benar, semua tahapan seleksi harus mengacu kepada nilai. Lalu sekarang tahapan wawancara, mana nilainya,” tanya Rinnel Kristo Hontong, aktivis GMKI cabang Tobelo.

Mereka mengklaim proses seleksi  anggota Bawaslu zona II syarat kepentingan timsel. Ini dilihat dari penetapkan hasil pada 6 Agustus 2018. Ironisnya, sekretaris timsel Bawaslu Alfred Mainassy ketika dihubungi melalui sambungan telepon tidak aktif.

Diketahui, timsel Bawaslu berjumlah lima orang itu yakni Arwan Mohd Said, Alfred Mainassy, Ade Haerullah, Mustafa A. H Ruhama dan Wahyuni Bailussy. (rma)

Categories: Seputar Politik

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*