Tiga Aturan Masuk Masjid Kesultanan Ternate

Tiga Aturan Masuk Masjid Kesultanan Ternate

TERNATE – Tidak hanya wisata bahari, Kota Ternate juga memiliki objek wisata religi, yakni Masjid Kesultanan Ternate. Berada di Jalan Sultan Khairun, masjid ini menjadi bukti keberadaan kesultanan Islam pertama di kawasan timur Indonesia, tepatnya sejak raja ke-18, yaitu Kolano Marhum yang bertahta sekitar 1465-1486 M.

Masjid Kesultanan Ternate atau yang disebut Sigi Lamo masih mempertahankan tiga aturan adatnya, yakni; hanya pengunjung pria yang boleh masuk, dilarang memakai sarung karena wajib mengenakan celana panjang, serta wajib mengenakan penutup kepala. Aturan itu konon diwariskan leluhur yang disebut yang disebut Doro Bololo, Dalil Tifa, serta Dalil Moro.

Salah seorang perangkat Kesultanan Ternate, Ridwan Dero menjelaskan ketentuan mengenakan celana panjang meniru kebiasaan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatNYA agar lebih leluasa menghadapi musuh di tengah waktu ibadah. Begitu pula ketentuan memakai peci atau sorban, yang menjadi simbol penghormatan kepada Allah SWT.

“Mengenai aturan pengunjung perempuan dilarang masuk karena dikhawatirkan ada yang mendadak datang bulan saat berada di dalam masjid, sehingga melunturkan kesucian bangunan ini,” kata Ridwan.

Karena menjadi tempat ibadah anggota kerajaan, di dalam ruangan masjid yang diperkirakan berusia 500 tahun ini juga masih ada tempat khusus bagi Sultan Ternate jika datang untuk salat berjamaah.

Bangunan utama masjid bertingkat tujuh berbentuk kerucut sebagai simbol tujuh lapis langit yang diciptakan Allah SWT. Selama bulan Ramadan di masjid yang di sekitarnya terdapat makam para Sultan Ternate itu ada sejumlah ritual yang digelar, di antarannya ritual Malam Qunut pada malam 15 Ramadan dan ritual Ela-ela atau penyambutan malam turunnya Lailatulkadar pada malam 27 Ramadan. (ant)

Categories: Berita Pilihan

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*