RI-Prancis Kerja Sama Pantau Gunung Api di Malut

RI-Prancis Kerja Sama Pantau Gunung Api di Malut

JAKARTA – Indonesia dan Prancis kerja sama di bidang vulkanoIogi. Perjanjian kerja sama ditandatangani Duta Besar Prancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet, dan Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Suhendara.

Kegiatan penandatanganan kerja sama berlangsung di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (26/3). Turut disaksikan oleh Menteri ESDM Ignanius Jonan.

Kedua belah pihak telah bersepakat mengembangkan dan mempererat kerja sama bilateral di bidang kebencanaan geologi berdasarkan asas-asas kesetaraan, timbal balik, dan saling menguntungkan. 

Foto : RI-Prancis kerja sama pantau gunung api di Malut.

Perjanjian kerja sama berfokus pada gunung-gunung berapi di Maluku Utara dan gunung merapi di Indonesia, dan dapat dikembangkan ke lokasi lain atas persetujuan kedua belah pihak.

Keduanya sepakat untuk memperkuat kerja sama yang bersifat iImiah dan teknis di bidang sistem pemantauan gunung berapi, peIatihan, dan mitigasi bahaya geologi di Indonesia. 

Para pihak sepakat bekerjasama dengan melakukan kegiatan sebagai berikut: 

1 . Kontribusi terhadap peningkatan sistem pemantauan gunung berapi di Indonesia dan pengkajian bahaya geologi di Indonesia. 

2. Pertukaran ilmuwan dan mahasiswa antara para pihak.

3. Pertukaran informasi di bidang yang merupakan kepentingan bersama untuk para pihak.

4. Pembentukan tim-tim penelitian bersama.

5. Bentuk-bentuk kerja sama lainnya yang disepakati bersama antara para pihak. 

Foto ist.

Jonan meminta kerja sama ini tidak hanya fokus kepada hal-hal teknis. Dia ingin masyarakat juga mendapat perhatian.

Pasalnya masih banyak kalangan awam yang tidak paham mengenai persoalan vulkanologi ini.

“Saya bukan ilmuwan di vulkanologi. Kerja sama perlu juga mencakup menerjemahkan ilmu teknikal kepada masyarakat, sosialisasi kepada publik,” ujarnya saat memberi sambutan.

Hubungan antara Perancis dan Indonesia dalam bidang Vulkanologi sendiri sudah dimulai pada tahun 1964. Sekitar 1970an, puluhan misi iImiah dari Perancis berkunjung ke Indonesia untuk meneliti sejumlah gunung api yang berpotensi bahaya. Kerja sama terus berlanjut.

Dengan perpanjangan perjanjian kerja sama Perancis Indonesia dalam bidang vulkanologi ini, difokuskan pada gunung-gunung berapi di Maluku Utara dan gunung Merapi di Indonesia. Dalam hal ini, Jonan menilai masih banyak masyarakat sekitar yang tidak paham akan bahaya bencana vulkanologi.

“Yang kita ketahui masyarakat yang tinggal di daerah tersebut tidak memiliki pemahaman tentang vulkanologi, gempa bumi maupun lainnya,” lanjutnya.

Kerja sama pun mencakup pengembangan dan integrasi sarana analisis baru untuk meningkatkan sistem pemantauan gunung berapi. Kegiatan Iain juga akan menyangkut pelatihan, dan mitigasi bahaya geologi di Indonesia. (dtc)

Categories: Berita Pilihan, Teknologi

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*