Polda Malut Latihan Pengamanan TPS

Polda Malut Latihan Pengamanan TPS

TERNATE – Polda Maluku Utara terus mantapkan pengamanan tempat pemungutan suara (PAM-TPS) sebagai persiapan menghadapi Pilgub Maluku Utara 27 Juni 2018. Latihan ini melibatkan beberapa kesatuan terlibih anggota yang bertugas mengamankan TPS untuk mengantisipasi kekacauan.

Latihan simulasi PAM TPS diawali dengan upacara. Kemudian dilanjutkan dengan proses pengumutan suara. Polisi mengawasi dengan ketat kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut dibuka langsung Kapolda Brigjen Naufal Yahya berlangsung di Kalurahan Kalumpang, Kecamatan Ternate Tengah, Selasa (5/6).

Kapolda Naufal dalam sambutannya menilai pentingnya melakukan gladi atau latihan simulasi agar seluruh personel dapat terlibat dalam pengamanan pilgub. Melalui latihan dapat meningkatkan pengetahuan, memahami tugas fungsi yang diemban masing-masing dalam pengamanan dan menyukseskan pelaksanaan pilgub.

“Hal itu dinilai sangat penting karena kesuksesan dalam mengamankan pilkada tidak mungkin dapat dicapai tanpa melalui latihan dan dukungan masyarakat,” jelas Naufal.

Langkah itu kata Naufal, untuk pastikan kesiapan personel baik penguasaan lapangan, hingga tahapan penindakan tiap dinamika yang terjadi dilapangan. Untuk personel yang diterjunkan juga akan dibekali dengan berbagai kemampuan secara khusus untuk antisipasi berbagai kecurangan yang bisa menimbulkan gesekan di tengah masyarakat selama pilkada berlangsung.

Sementara Kepala Biro Operasional Polda Kombes Juwari menabahkan pembakalan terhadap petugas PAM TPS dapat meningkatkan kemampuan. “PAM TPS ini mulai dari tahapan proses pengawalan distribusi surat suara, pengamanan lokasi TPS, sampai pengamanan dokumen surat suara dari TPS ke PPK sampai pada pleno PPK” ucap Juwari.

Strategi pengamanan di wilayah konflik pun sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan selama pilkada berlangsung. “Pola pengamanannya itu 1-1-2 atau satu polisi, satu TPS dijaga dua linmas, kalau yang rawan pola pengamananya berubah. Kami siap lakukan pengamanan secara ketat pada keseluruhan TPS dengan jumlah 2.222 TPS tersebar di 10 kabupaten dan kota,” jelasnya.

Dia menegaskan dalam pelaksanaan pengamanan pilgub nanti, pihaknya juga telah mempersiapkan personel BKO sebanyak 320 personel yang nantinya akan ditempatkan di daerah yang dianggap rawan. Daerah-darah yang masuk kategori rawan diantaranya, Kepulauan Sula, Halmahera Utara, Halmahera Selatan dan Kota Ternate. “Dari empat daerah ini yang menjadi fokus personel BKO,” tegasnya. (rdx)

Categories: Hukum, Seputar Politik

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*