Kapten Ruslan Dipecat, Warga Protes

Kapten Ruslan Dipecat, Warga Protes

TALIABU – Kapten Rustam Button, mantan Komandan Pos Satgas Pamrahwan Banau di bawah komando Korem 152/Baabulah dan Kodam XVI/Pattimura dipecat dari kesatuannya di Angkatan Darat (AD). Selain dipecat, perwira TNI-AD itu juga dihukum satu tahun tiga bulan penjara.

“Divonis satu tahun 10 bulan penjara dan pemecatan dari kesatuan TNI AD,” kata ketua majelis hakim Pengadilan Militer Ambon saat membacakan vonis perkara,“ dikutip dari akun Facebook Taliabu Community, Minggu malam (10/6).

Beberapa catatan yang meringankan hukuman untuk terdakwa menurut majelis hakim, antara lain, terdakwa menyesali perbuatannya, kooperatif saat pemeriksaan, belum pernah terlibat kasus hukum, pernah bertugas saat operasi militer, serta pernah mendapatkan tanda jasa dari pemerintah.

Kapten Ruslan Button yang dipecat.

Menurut majelis hakim, terdakwa secara meyakinkan melanggar Pasal 338 KUHP dengan menganiaya dan menewaskan La Gode, warga Lede, Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu. Kapten Ruslan Buton bersama 10 anak buahnya didakwa membunuh La Gode pada Oktober 2017 lalu.

Namun putusan Pengadilan Militer Ambon tersebut disesalkan oleh masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu. Mereka dengan tegas memprotes putusan Mahkama Militer Ambon yang memecat Kapten Ruslan Buton dan mengkukum 10 orang prajuritnya, karena sudah berjasa menyelamatkan warga Taliabu dari dari aksi teror dilakukan Lo Gode yang kerap merampok dan membunuh warga Lede.

Warga mengatakan, kematian La Gode sebagai hukuman yang pantas karena selama hidupnya selalu menyusahkan masyarakat. Dengan dijatuhi kumuman pemecatan terhadap Kapten Rustam Button dianggap masyarakat sebagai pro terhadap pencuriin disertai aksi teror yang dilakukan La Gode. (nan)

Categories: Hukum

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*