Investor Jepang Siapkan 500 Kapal ke Malut

Investor Jepang Siapkan 500 Kapal ke Malut

TERNATE – Investor asal Jepang akan menyediakan 500 unit kapal ikan berukuran tiga GT bagi nelayan Maluku Utara dan kapal penampung ikan berkapasitas 330 GT untuk mengemas hasil tangkapan nelayan untuk diekspor ke luar negeri.

Plt Gubernur Malut HM Natsir Thaib, Jumat (13/4) menyatakan bantuan 500 unit kapal bagi para nelayan dari investor Jepang Duke Kapital semestinya melalui wadah seperti Induk Koperasi sebagai wadah agar pengelolaannya bisa profesional dan transparan.

Dia mengatakan pemprov akan mendorong investor masuk ke Malut untuk berinvestasi di sektor perikanan, karena 75 persen wilayah Malut merupakan laut.

Dikatakan, selama ini bantuan yang diberikan pemprov tidak jelas peruntukkannya, sehingga pemprov sebagai fasilitator dalam mengembangkan potensi SDA, karena pemerintah menjaga, mengendalikan dan membina.

Nastri mengapresiasi bantuan dari DUK Capital sehingga pemerintah mendorong agar ekonomi bisa berjalan dan ini melalui koperasi dan usaha bersama, apalagi ada kerjasama antara Dinas Koperasi dan DKP agar bersinergi, sebab, pemprov dan DPRD akan mendorong pengembangan koperasi bagi para nelayan.

Thamrin Ali Ibrahim.

Sementara itu, sejumlah pemerhati kelautan mendorong agar pemda di Malut, terutama yang berada di wilayah pesisir dan pulau-pulau, untuk mengembangkan usaha perikanan dengan menggandeng investor masuk berinvestasi di wilayahnya.

Direktur Lembaga Pesisir dan Kelautan Malut Thamrin Ali Ibrahim ketika dikonfirmasi menyatakan, banyak peluang usaha di bidang perikanan yang bisa dikembangkan, di antaranya menampung dan memasarkan hasil tangkapan nelayan setempat.

Sehingga, kalau ada koperasi atau badan usaha mengembangkan usaha seperti itu, selain akan memberikan keuntungan besar bagi semua pihak dan akan mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam lokal dan membantu nelayan dalam memasarkan hasil tangkapannya.

Menurut dia, para nelayan di wilayah pesisir dan pulau-pulau di Malut, terutama yang jauh dari kota selama ini sering kesulitan memasarkan hasil tangkapannya, karena yang membeli hanya tengkulak yang datang ke tempat mereka. (okz)

Categories: Seputar Daerah

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*