Ijazah S2 AGK Diduga Aspal

Ijazah S2 AGK Diduga Aspal

TERNATE – Ijazah Strata Dua (S2) calon gubernur petahana Abdul Gani Kasuba (AGK) dipertanyakan. Saat pendaftaran, AGK memasukkan syarat ke KPU Maluku Utara terdiri dari ijazah SD, SMP, SMA, S1 dan S2. Namun setelah diverifikasi faktual, ijazah S2 yang dimiliki AGK tidak diakui perguruan tinggi asal alias diduga asli tapi palsu (aspal).

Mengetahui ijazah S2 tidak diakui perguruan tinggi, AGK lantas menarik ijazahnya. Memang sesuai ketentuan, syarat minimal calon kepala daerah hanya SMA.  Namun yang menjadi tanda tanya, apabila ijazah S1 maupun S2 yang didaftarkan sebagai syarat kemudian terindikasi palsu, KPU wajib mengumumkan. Ini yang tidak dilakukan sehingga menimbulkan pertanyaan. Ada apa?

Ini diakui langsung Ketua KPU Maluku Utara Syahrani Somadayo. Dia mengatakan, AGK sempat memasukkan ijazah S2 dalam berkas calon gubernur, namun kemudian ditarik kembali sebelum diverifikasi. “Mereka tarik ijazah sebelum verifikasi,” kata Syahrani, Senin (5/6).

Menurutnya dalam persyaratan bakal calon, syarat minimal hanya ijazah SD, SMP dan SMA. Sementara  ijazah S1 dan S2 tidak diwajibkan. “Jadi ijazah S1 dan S2  terserah kandidat mau memasukan atau tidak. Karena yang paling penting adalah ijazah SD, SMP dan SMA,” ujar Syahrani.

Syahrani mengatakan, yang diverifikasi ijazah AGK hanya SD, SMP dan SMA. Sedangkan ijazah S1 AGK ada di luar negri. “Waktu mereka menarik kembali S2 itu kita tidak tahu apa alasan mereka mengapa menarik kembali. Titel AGK yang dipakai di surat suara hanya LC saja,” tandasnya. (jun)

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*