Harapan di Balik Festival Maksaira, Kepulauan Sula

Harapan di Balik Festival Maksaira, Kepulauan Sula

SANANA – Kabupaten Kepulauan Sula akan kembali menggelar Festival Maksaira besok, untuk yang kedua kalinya. Harapan pun terselip di dalamnya.

Soal popularitas, nama Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara mungkin masih kalah pamor dibanding Ternate atau Tidore yang berada di provinsi yang sama.

Namun lewat Festival Maksaira yang akan diselenggarakan Minggu (15/4) besok, Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes ingin memperkenalkan kabupaten yang dipimpinnya dengan semangat gotong royong lewat acara memancing.

“Maksaira itu judulnya seperti gotong royong. Kita ingin mengangkat potensi laut kita, bahwa laut kita punya banyak ikan dan sebagainya. Harapannya pemerintah pusat bisa melihat bahwa di balik event ini ada hal yang bisa disentuh dan dibantu. Salah satunya adalah perhubungan, akses darat, laut, internet juga,” ujar Hendrata di Pulau Kucing, Kepulauan Sula, Sabtu (14/4/).

Faktanya, dibutuhkan usaha dan waktu yang tidak sebentar untuk mencapai Kepulauan Sula. Total, dibutuhkan waktu sekitar 6-7 jam perjalanan udara dari Jakarta menuju Kepulauan Sula. Lebih lama lagi jika menggunakan kapal laut, perlu tambahan waktu belasan jam lagi.

Hendrata pun juga menepis isu, kalau Festival Maksaira hanya menjadi ajang buang-buang anggaran. Lewat festival tersebut, ia berharap kalau nantinya Kepulauan Sula akan lebih dikenal oleh turis mancanegara.

“Ini bukan sekadar acara biasa ceremonial, kita menghabiskan uang melibatkan orang lokal, saya gak setuju itu. Saya ingin agar dengan festival ini kita lebih dikenal di mana-mana,” jelas Hendrata.

Kemudian, Hendrata juga berharap agar Festival Maksaira dapat terus berlanjut ke depannya. Ia ingin agar festival ini bisa diteruskan oleh siapa pun penerusnya nanti.

“Kedua saya mau ini betul-betul akan jalan, tidak akan mati di saya saja. Tapi setelah saya pun, siapa yang memimpin tinggal meneruskan,” ujar Hendrata.

Terkait festival tersebut, Hendrata juga menceritakan unek-uneknya akan pihak provinsi yang diakuinya masih belum banyak terlibat.

“Saya pikir festival ini juga kan bagus di mana-mana. Seperti kemarin di kementerian ditanyakan, dari provinsi kok nggak tahu. Dari provinsi saja nggak pernah ke sini, nggak pernah nanyain kita,” tutur Hendrata.

Akhir kata, Hendrata juga berharap agar para investor tertarik datang dan membangun Kepulauan Sula. Ia pun menyambut dengan tangan terbuka.

“Silakan datang saja investasi, izinnya nggak pernah saya persulit dan nggak usah bayar. Yang penting orientasinya bisa mendapat feedbacknya saja,” tutup Hendrata. (dtc)

Categories: Wisata

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*