DPRD Minta Operasi Pasar Merata

DPRD Minta Operasi Pasar Merata

SOFIFI-Anggota Komisi III DPRD Maluku Utara Irfan Umasugi meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Bulog agar tidak hanya menggelar operasi pasar beras di kota. Menuruynya, operasi pasar beras harus digelar di wilayah kecamatan dan pulau-pulau yang jauh dari kota karena kenaikan harga beras saat ini tidak hanya terjadi di kota, tetapi juga di wilayah kecamatan dan pulau-pulau.

Justru harga beras di wilayah kecamatan dan pulau-pulau yang jauh dari kota itu, lebih mahal jika dibandingkan dengan di kota, karena pedagang beras harus mengeluarkan biaya angkut dari kota, seperti di Pulau Mangoli, Kabupaten Kepulauan Sula, harga beras medium sudah mencapai Rp14.000 per kg.

Ia mengatakan, untuk mencegah terus melambungnya harga beras di Malut sebagai dampak dari naiknya harga beras secara nasional saat ini, Disperindag dan instansi terkait harus pula meningkatkan pengawasan terhadap para distributor dan pedagang beras, karena tidak tertutup kemungkinan ada yang mencoba memanfaatkan keadaan itu dengan menaikkan harga seenaknya.

Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota di Malut harus pula memaksimalkan pemanfaatan potensi pengembangan padi di daerah masing-masing, baik padi sawah maupun padi gogo untuk meningkatkan produksi beras di daerah ini.

Kalau semua potensi pengembangan padi sawah dan padi gogo di Malut dimanfaatkan secara maksimal, menurut dia, Malut bisa swasembada beras, bahkan berpeluang pula untuk memenuhi kebutuhan beras di provinsi lain.

Malut saat ini harus mendatangkan beras lebih dari 60 ribu ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan konsumsi beras masyarakat setempat, karena produksi beras lokal baru mencapai sekitar 40 ribu ton per tahun. “Jika potensi pengembangan padi sawah dan padi gogo dimanfaatkan secara maksimal bisa menghasilkan sedikitnya 150 ribu ton per tahun,” katanya, Rabu (17/1).

Sebelumnya Kepala Disperindag Malut, Asrul Gailea mengatakan operasi pasar beras hanya dilakukan di kota, karena adanya keterbatasan anggaran untuk menggelarnya pula di kecamatan dan pulau-pulau, yang jauh dari kota.

Pemantauan di sejumlah pasar di Ternate menunjukkan, walaupun operasi pasar beras telah dilakukan, harga beras masih tetap mahal, untuk beras premium yang normalnya Rp13.000 per kg, kini Rp15.000 per kg dan beras medium yang normalnya Rp10.000 per kg kini Rp12.000 per kg. (fab)

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*