DLH Diminta Selidiki Amdal WBN

DLH Diminta Selidiki Amdal WBN

WEDA – Fraksi PDIP DPRD Halmahera Tengah mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyelidiki analisis dampak lingkungan (Amdal) PT Weda Bay Nickel. Anggota Fraksi PDIP DPRD Halmahera Tengah Nuryadin Ahmad mengatakan, amdal di PT WBN hanya memuat industry feronikel dan stanlestil, sementara untuk ledium belum ada Amdal.

“Kami minta DLH menyelidiki sebelum industry itu berjalan,” tegas Nuryadin, Senin (27/8). Menurutnya amdal itu penting karena menyangkut dampak lingkungan yang akan ditimbulkan. DLH diminta segera mengevaluasi aktivitas seluruh perusahaan tambang di wilayah kabupaten Halmahera Tengah. Sebab 60 persen wilayah Halmahera Tengah merupakan area tambang.

Pengelolaan limba tambang, pengawasan dampak lingkungan harus diperketat. Minimal setiap triwulan harus ada laporan perusahaan pengelolaan yang tidak becus. “Apabila tidak ada laporan harus ada teguran dari pemerintah,” pinta Nuryadin.

Disebutkan, pengelolaan limbah sangat penting, karena suatu saat akan berpengaruh terhadap lingkungan maupun habitat yang ada di laut. “Kalau sudah tercemar, maka masyarakat maupun penduduk di Halmahera Tengah akan menderita makanya jauh-jauh sebelumnya harus diantisipasi,” tandasnya.

Sementara investasi triliunan rupiah akan dibangun di Halmahera Tengah. Proyek dibidang pertambangan itu dipusatkan di Kecamatan Weda Tengah, tepatnya di kawasan  PT Weda Bay Nickel.  Kabarnya, investasi yang akan digelontorkan  membangun pabrik baja dan lithium itu akan dibagun secara bertahap dalam beberapa tahun kedepan.

Pembangunan pabrik tersebut rencananya dimulai 30 Agustus ini.  Perusahan yang dibangun itu akan mengolah tambang nikel serta perusahaan stainless steel, carbon steel dan lithium battery. Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dikabarkan akan melakukan pemancangan pertama proyek Weda Bay itu.

“Ini adalah undangan terkait kegiatan pemancangan pertama proyek Weda Bay pada tanggal 30 Aguatus 2018,”kap  Aswar Salim salah satu LO PT. WBN saat memberikan undangan kegiatan kepada Komunitas Jurnalis Halteng (KJLH).

Sementara  salah satu Humas PT WBN, Bilal ketika dikonfirmasi terkait kedatangan Menko Maritim, Luhut ia membenarkan hal itu. “Rencannya Menko Maritim yang hadir,” ujarnya.

Sesuai informasi, investor China dan Perancis akan menggelontorkan dana sebesar US$10 miliar atau Rp145,8 triliun (kurs Rp14.582 per dolar AS) untuk berinvestasi di Indonesia. Investasi yang digelontorkan untuk membangun pabrik baja dan lithium tersebut akan dikucurkan secara bertahap dalam beberapa tahun.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin dalam sebuah rilisnya mengatakan bahwa pembangunan pabrik dilakukan investor Perancis dan China tersebut dilakukan dengan skema business to business. (hrn)

Categories: Seputar Daerah

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*