Bupati Edi Temui Menko Luhut, Ada Apa?

Bupati Edi Temui Menko Luhut, Ada Apa?

JAKARTA – Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara mendatangi kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Senin siang (20/8). Kedatangannya kali ini membahas tenaga kerja untuk kawasan industri di daerahnya.

“Pembicaraan kita tadi seputar tenaga kerja untuk investasi. Prinsipnya pemerintah dan perusahaan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada daerah untuk menyiapkan tenaga kerja. Perusahaan butuh 5.000, daerah siap berapa?” kata Edi usai bertemu dengan Luhut di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Senin (20/8).

Dalam kunjungannya, Bupati Edi didampingi Kepala Dinas Perhubungan Yasin Hayatudin, Kadis Perkim M Rizal, Kepala Bapplitbangda Husain Ali, Kepala Dinas Parawisata Moh Adam dan Kadis Nakertrans Fehbi Alting.

Edi mengatakan, di Halmahera Tengah rencananya dibangun kawasan industri 1.000 hektar pada 30 Agustus 2018. Pembangunan kawasan industri di Halmahera Tengah diperkirakan selesai satu tahun. “Rencana groundbreaking 30 Agustus, pembangunan setahun. Itu kawasan industri sekelas Morowali. Kita sharing investasi,” kata Edi.

Mengenai tenaga kerja, Edi mengatakan, daerahnya akan menyiapkan tenaga kerja untuk kawasan industri. Investor pun menginginkan tenaga kerja lokal lebih banyak diserap dibandingkan tenaga kerja China.

“Soal China dan di mana saja, kita wellcome. Prinsipnya sepanjang daerah kita ada kesiapan tenaga kerja. Kalau nggak ada di daerah bagaimana, sementara investasi harus jalan kan. Dari perusahaan sangat wellcome kalau tenaga kerja kita yang dominan lebih bagus,” tutur Edi.

Pihaknya juga menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) dan perguruan tinggi untuk menyiapkan tenaga kerja. “Mereka minta dari lokal lebih banyak. Untuk kesiapan kita kerja sama dengan balai latihan, perguruan tinggi lokal juga kita lakukan,” ujar Edi.

Edi menambahkan, di kawasan industri tersebut akan ada pabrik nikel, stainless steel, dan bahan dasar untuk baterai mobil listrik. “Pabrik nikel, stainless steel, dan bahan dasar lithium untuk mobil listrik. Itu lokasi di Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Investornya Weda Bay join dengan Indonesia Weda Bay industrial Park,” pungkas Edi.

Pabrik Batrei Mobil Listri Dibangun 30 Agustus

Sementara Menko Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, pembuatan pabrik baterai mobil listrik akan dibangun di Halmahera Tengah akhir bulan ini. Pabrik tersebut rencananya dibangun di Weda. “Weda Bay, nanti groundbreaking tanggal 30 Agustus,” ungkap Luhut.

Luhut bilang di kawasan industri yang akan lebih besar dari Morowali akan dibangun fasilitas pemurnian atau smelter untuk stainless steel, carbon steel, hingga lithium sebagai baterai mobil listrik.

“Smelter untuk stainless steel, carbon steel, sampai lithium baterai,” ujar Luhut. Adapun investor untuk pabrik baterai tersebut adalah Prancis dan China dengan total investasinya mencapai US$ 10 miliar. “Iya kaya Morowali. Itu agak lebih besar dari Morowali, kira-kira hampir dekat US$ 10 miliar,” sambung Luhut.

Kebutuhan sumber daya manusia (SDM) untuk kawasan industri tersebut diharapkan berasal dari daerah sekitar. Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara tengah memutar otak memenuhi tenaga kerja di kawasan tersebut. “Tadi bupatinya lagi ngatur jadi pendidikan lagi disiapin,” kata Luhut.

Ia menambahkan, untuk pembangunan pabrik mobil listrik rencananya dibangun di sekitar Bekasi, Karawang, atau Purwakarta. “Nanti pabrik mobil listriknya mungkin tempatnya mau dilihat apakah di Karawang, Bekasi, Purwakarta atau di mana,” ujar Luhut. (rdx)

Categories: Berita Utama

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*